Keterampilan berbahasa
Nama
: Elsa Romora Sinambela
Kelas
:A
Prodi
: Teknologi Informasi
NIM
:1810817320008
Berbahasa tak hanya sekedar mengkaji penyampaian
tetapi merupakan aspek penting dalam
bidang komunikasi verbal nonverbal dengan tujuan menyalurkan informasi dari
individu satu terhadap yang lain atau individu kepada kelompok. Selama menempuh
pendidikan disekolah, siswa dihadapkan dengan pelajaran Bahasa Indonesia
sebagai kewajiban dari bernegara itu sendiri. Dari pembelajaran tersebut, kita
menemukan berbagai keterampilan yang dibagi menjadi 4 aspek seperti membaca dan
menyimak yang bersifat reseptif juga berbicara dan menulis yang bersifat
produktif karena menghasilkan produk atau keluaran.
Banyak yang sudah saya pelajari dari
pelajaran berbahasa seperti penggunaan EYD, kalimat baku, tanda baca,
penyampaian pidato, penulisan surat resmi, analisa data, dan lain-lain. Tetapi
dari semua itu, saya lebih menguasai keterampilan menyimak. Saya bukanlah
seseorang yang ahli mengkaji sains. Saya lebih senang menyimak dan menganalisis
permasalahan yang kerap terjadi disebuah lingkungan ataupun polemik di bidang
hukum dan politik. Saya senang membuat rumusan masalah dan mendiskusikannya
dalam sebuah organisasi-organisasi sekolah.
Menulis. Saya gemar melakukannya karena itu
bagian dari kecintaan saya dalam membuat sajak. Saya tidak tahu kapan persepsi ini
muncul dalam benak saya kalau sajak lebih berorientasi pada rasa dan permainan
diksi. Tidak seperti penulisan pidato atau makalah dimana kaidah-kaidah
tersebut merupakan suatu keharusan. Faktor lain yang membuat saya kurang pandai
dalam keterampilan menulis adalah kurangnya ketelitian yang sering dialasankan
pada kurangnya waktu atau pengerjaan yang sifatnya terburu-buru sehingga semua
opsi terlihat benar, tapi bukanlah yang paling tepat.
Keterampilan terakhir yang kurang saya kuasai
adalah keterampilan berbicara. Saya senang mengemukakan pendapat. Hanya saja
faktor penghambat baik internal maupun eksternal kerap kali dilalaikan.
Faktor-faktor tersebut seperti kurangnya latihan dan pengalaman berkomunikasi menggunakan
Bahasa Indonesia yang baik dan benar, rasa gugup yang belum bisa dikontrol
dengan baik serta lingkungan yang saya tinggali lebih sering berkomunikasi
menggunakan bahasa yang lebih nyaman dipakai sehingga agak sulit membangun
kebiasaan berbahasa Indonesia.
Semua
orang punya dan dapat mengembangkan keterampilan berbahasa. Berbahasa adalah
salah satu faktor bagaimana kita membangun relasi yang baik yang menjadi kunci
kesuksesan itu sendiri. Dengan terampil
berbahasa, kita dapat menyampaikan informasi dengan baik dan dapat diterima dengan
jelas informasi tersebut kepada yang bersangkutan. Ketidakmampuan menilai kemampuan
Kelas :A
Prodi : Teknologi Informasi
NIM :1810817110005
Selamat
membaca keresahan seorang anak yang ingin menilai dirinya sendiri. Anak ini
duduk didepan laptop berkualitas rendah dan berusaha mengetik tentang
kemampuannya dalam berbahasa. Dia berpikir keras tentang apa yang dia kuasai
dan apa yang kurang dia kuasai. Hingga akhirnya dia putuskan bahwa dia tidak
menguasai semuanya.
Anak
ini bisa menyimak dengan baik, cukup baik untuk fokus kepada pembicara dan
memahami pembicaraanya. Ia juga dapat membaca dengan lancar, cukup untuk bisa
memberikan nada pada sebuah dialog dan juga membaca puisi dengan emosi. Dia
mampu berbicara dengan lantang, karena sebagian orang senang mendengarkan
kisah-kisahnya. Dan dia sudah bisa menulis dengan kata yang menurutnya akan
indah dengan seluruh kemampuan yang dia miliki.
Tapi
anak ini lemah terhadap hal yang serius dan terikat pada aturan yang berat. Dia
sulit menyimak pembicaraan monoton dan lebih memilih membuat burung kertas atau
melukis acak di buku catatan. Matanya akan sangat malas membaca buku tebal,
tanpa gambar, dan hanya hitam putih tanpa mendapat dukungan (tepatnya paksaan)
untuk membacanya. Bila bicara dalam situasi sangat formal, maka tubuhnya akan
menolak secara perlahan, keringatnya mengalir, kakinya bergetar dan matanya
mudah berair. Belum lagi bila dia harus menulis untuk orang yang terikat kuat
pada aturan penulisan, anak ini ingin menulis dengan sepenuh hati, sehingga
otaknya lupa aturan menulis yang harusnya ditaati.
Bila
harus memperjelas, dia benar-benar lemah dalam menulis, membuat makalah akan
membuatnya cepat tidur dan tidak menulis
sebuah huruf pun. Bila dia harus memilih mana yang ia kuasai, maka dia akan
memilih kemampuan bicara, dimana dia ingin terus menerus bicara dan mampu
membuat semua orang mengenalnya, mengenal dirinya, kelemahannya dan
kemampuannya.
Nama : Faridah
NIM : 1810817220015
Prodi : Teknologi Informasi
Kelas : A
Dari lahir manusia telah dianugerahi kemampuan berbahasa oleh
Tuhan. Kemampuan berbahasa tersebut dapat terlihat dalam empat aspek
keterampilan, yakni keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Kemampuan
yang paling pertama kita miliki adalah kemampuan menyimak, karena dari kemampuan
ini kemampuan-kemampuan yang lain lahir. Kemudian dilanjutkan oleh kemampuan
berbicara, lalu kemampuan membaca, dan terakhir kemampuan menulis.
Saya pun memiliki kemampuan-kemampuan tersebut, tetapi tentunya
dengan kadarnya masing-masing. Berikut saya akan menjabarkan pendapat saya
mengenai kemampuan berbahasa saya sendiri sebagai bahan evaluasi diri sekaligus
tugas mata kuliah Bahasa Indonesia dimulai dari keterampilan menyimak hingga
keterampilan menulis.
1.
Keterampilan Menyimak
Keterampilan menyimak tidak hanya
sekedar kemampuan mendengarkan tetapi juga kemampuan untuk memahami apa yang
didengar dengan baik. Meskipun terdengar mudah, namun ada kalanya saya merasa
kesulitan menyimak dalam situasi non-interaktif. Berdasarkan apa yang saya baca
secara online di internet, ada dua jenis situasi dalam mendengarkan
yaitu situasi mendengarkan secara interaktif dan situasi mendengarkan secara
non interaktif. Mendengarkan secara interaktif terjadi dalam percakapan tatap
muka dan percakapan di telepon atau yang sejenis dengan itu. Sedangkan contoh
situasi-situasi mendengarkan noninteraktif, yaitu mendengarkan radio, TV, dan
film, dan sebagainya.
Saya merasa lebih mudah menyimak
dalam situasi yang interaktif dibandingkan dengan situasi yang non-interaktif.
2.
Keterampilan
Berbicara
Keterampilan selanjutnya yang akan
saya bahas yakni keterampilan berbicara. Saya suka mengajukan pendapat, saya
juga suka menjelaskan sesuatu pada orang lain seperti presentasi atau maju ke
depan untuk berbicara. Meskipun merasa gugup, saya tetap semangat untuk
melakukannya di depan orang-orang. Akan tetapi, suka saja tidak cukup. Sering
kali saya mendapati diri kesulitan merangkai kata dan kalimat di depan ataupun
terbata karena gugup yang terlalu menguasai saya. Hal ini membuat saya
menyadari bahwa keterampilan berbicara saya masih belum cukup untuk membantu
saya berbicara serta mengutarakan pendapat di depan lebih banyak orang, misalnya
masyarakat luas.
3.
Keterampilan
Membaca
Harus saya akui bahwa saya lebih
sering membaca buku-buku fiksi ketimbang buku-buku berbau pelajaran, apalagi
saya hanya membacanya ketika ingin. Dengan kata lain, saya jarang membaca. Saya
meyakini salah satu tujuan dari membaca yaitu untuk mendapatkan informasi, dan
itu merupakan aktifitas yang penting karena baik dalam bidang akademi maupun
bidang lainnya, saya akan terus bertemu dengan yang namanya ‘membaca’. Saya
sangat menyadari keterampilan membaca saya masih kurang dibandingkan orang lain
karena seringkali saya harus membaca ulang kalimat yang sama untuk menangkap
informasi yang ada di dalamnya.
4.
Keterampilan
Menulis
Berdasarkan pencarian saya di web,
kebanyakan orang mengatakan keterampilan menulis merupakan yang tersulit untuk
dikuasai. Hal ini karena dalam menulis melibatkan unsur bahasa dan nonbahasa
yang harus dikuasai penulis. Dan saya termasuk dalam kebanyakan orang tersebut.
Saya rasa menulis cukup sulit, tapi bukan berarti tidak bisa dilakukan sama
sekali. Memang, ada banyak hal yang harus dikuasai dalam menulis. Menguasai
Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) saja belumlah cukup, namun juga
diperlukan pengetahuan lainnya dan pengalaman yang dapat dijadikan ide atau
gagasan yang akan dituangkan dalam tulisan tersebut. Pengetahuan dan pengalaman
inilah yang dimaksud dengan unsur nonbahasa. Tentunya, saya belum menguasai
keterampilan yang satu ini, mengingat masih ada begitu banyak kekurangan dalam
tulisan saya.
Jadi, kesimpulannya adalah saya belum menguasai satupun dari
keterampilan tersebut, namun saya bisa menggunakannya secara awam. Saya suka
berbahasa, sadar atau tidak sering menggunakannya, namun apa yang saya punya
masih belum cukup untuk disebut keterampilan. Sehingga saya mampu, tetapi belum
terampil.
Nim : 1810817710001
Dalam berbahasa saya kurang dalam hal menyimak berbagai kata khususnya dalam pembuatan kalimat, karangan , makalah dan puisi. Soalnya dalam pembuatan tulisan tersebut membutuhkan Bahasa yang benar dan baku. Dan juga satu dari kelemahan ku ialah menentukan apakah kalimat – kalimat yang ku pakai apakah benar dan sesuai dengan aturannya.
KEMAMPUAN BERBAHASAKU
Nama : Chrisanto p. BuronganNim : 1810817710001
Dalam berbahasa saya kurang dalam hal menyimak berbagai kata khususnya dalam pembuatan kalimat, karangan , makalah dan puisi. Soalnya dalam pembuatan tulisan tersebut membutuhkan Bahasa yang benar dan baku. Dan juga satu dari kelemahan ku ialah menentukan apakah kalimat – kalimat yang ku pakai apakah benar dan sesuai dengan aturannya.
Kemampuan Berbahasaku
NAMA :
Silvia Handayani
NIM :
1810817120003
PRODI :
Teknologi Informasi
KELAS :
A
Kemampuan Berbahasaku
Sejak
kita lahir, tanpa disadari kita telah
belajar 4 keterampilan, yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Kemampuan
tersebut berkembang seiring dengan bertambahnya umur.
Saya pandai dalam menyimak dan
membaca, tetapi kurang dalam hal berbicara. Saya seringkali gugup ketika ingin
berbicara di hadapan orang. Walapun di dalam kepala sudah menyusun kata-kata
dengan begitu tertata, itu semua terasa sia-sia ketika sudah berdiri di hadapan
orang banyak karena kata-kata tersebut langsung hilang begitu saja. Saya juga
tidak begitu ahli dalam menulis, karena menurut saya menulis itu hal yang sulit
dan cukup rumit. Kita harus mengetahui dan mempelajari bagaimana aturan-aturan
dalam menulis, kita pun juga harus menyusun kata-kata semenarik mungkin untuk
membuat orang lain membaca tulisan kita. Itu berarti kita harus menjadi orang
yang kreatif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar